Senin, 18 Mei 2026

Baru sebulan jadi Kader Desa, Tapi rasanya udah berasa punya keluarga baru

 
It's me 

Halo semuanya! Bulan ini aku punya cerita seru ni. Yap, aku resmi jadi kader desa hehehe. Rasanya campur aduk, tapi paling dominan tuh seneng banget. Kayak ada energi positif yang mengalir setiap hari. Pokoknya semangat melayani itu nggak keputus-putus, apalagi kalau sudah bertemu balita, ibu hamil, sama para lansia. 

Pengalaman pertamaku pas posyandu di awal bulan ini, lucu sekaligus haru. Ada balita yang awwalnya nangis keras saat mau ditimbang. Aku coba ajak main jari sambil ngobrol kecil, eh lama-lama diem dan malah mau tersenyum. Begitu timbangannya naik ibunya sampai mengehla napas lega. Hati kecilku langsung bilang, "ini benar-benar tempatku." 

Nggak cuma itu, aku juga ketemu sama seorang nenek lansia yang tangannya gemeteran pas mau periksa tensi. Aku gercep aja pegang tangannya pelan sambil bilang, "santai ya, Nek." Nenek itu lalu bilang dengan suara lirihnya, "makasih ya, cu. Masih ada yang perhatian sama orang tua." Saat itu aku hampir nangis. Tapi aku tahan, karena aku ingin tetap tegar buat mereka. 

Jujur jadi kader desa itu ngak selalu muddah. Tapi setiap senyum dari balita, setiap "terima kasih" dari ibuhamil, dan setiap genggaman tangan dari lansia, bikin semua rasa lelah lenyap seketika. 

Kenapa tulisan ini penting dan positif buatku (dan mungkin buat kamu)? 

Karena dengan nulis begini, aku jadi ingat lagi kenapa aku memulai semua ini. Tulisan ini bisa jadi pengingat di saat nanti mungkin ada hari-hari yang melelahkan. Selain itu, siapa tahu cerita santai ini bisa menginspirasi teman-teman yang lain untuk ikut peduli sama lingkungan sekitar. Jadi kader desa itu bukan cuma soal kerja, tapi soal bahagia bareng warga. 


Terima kasih sudah membaca ceritaku. Yuk, tetap semangat berbagi kebaikan, sekecil apa pun itu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar