Siapa sih yang nggak capek ngatur orang lain? atau pernah stres karena orang lain nggak sesuai harapan?
Jujur aja, seberapa sering kalian merasa lelah karena:
· Pasangan nggak pernah bantuin bersih-bersih?
· Teman nggak balas chat padahal kalian baik banget sama dia?
· Atasan seenaknya ngasih tugas di luar jobdesc?
· Atau yang paling klasik: kalian sering overthinking karena postingan Instagram kalian sedikit like?
Tenang, kalian nggak sendirian.
Cuma Dua Langkah, tapi Life-Changing banget.
Buku The Let Them Theory dari Mel Robbins punya solusi sederhana.
Judulnya simpel, isinya juga simpel. Tapi jangan salah, karena dari kesederhanaan ini justru yang bikin buku ini powerful banget.
Buku ini cuma ngajarin dua hal doang:
1. Let Them→ Biarin orang lain jadi diri mereka sendiri. Jangan kontrol.
2. Let Me → Fokus ke dirimu sendiri. Apa yang bisa kamu lakukan?
Gampang banget kan? Tapi coba ingat-ingat, seberapa sering kita melakukan kebalikannya?
Kita sibuk ngatur pasangan biar berubah, sibuk ngatur teman biar setia, sibuk ngatur bos biar adil. Padahal... surrender to reality, kita nggak punya kendali atas orang lain. Yang bisa kita kendalikan cuma satu: respons kita.
Buku ini tebalnya 300+ halaman, dipecah jadi 20 bab. Iya 20 bab, tapi jangan khawatir ya, gaya nulisnya ringan banget, penulis juga nulisnya ya kayak sambil curhat aja gitu. Setiap bab dikasih contoh nyata dari kehidupan penulisnya sendiri.
Aku kasih tau kelebihan dan kekurangan dari buku ini ya.
Kelebihan Buku:
1. Konsep Super Gampang Diingat
Dua kata: Let Them. Bahkan di saat stres berat, kalian bisa ngebatin dan ngomong dalam hati: "Udahlah, biarin aja." Langsung lega.
2. Contohnya Kehidupan Banget
Mel Robbins nggak cuma teoretikus. Dia cerita soal putrinya yang nggak mau diajak ngobrol, soal teman yang nggak ngundang dia ke pesta, sampai soal stres media sosial. Kalian bakal ngerasa, "Wah, pernah ngalamin juga nih."
3. Ada Latihan Praktis
Di akhir beberapa bab, ada pertanyaan reflektif atau tantangan kecil. Misalnya: "Coba minggu ini, praktikkan Let Them di satu situasi yang bikin kalian stres."
4. Relevan untuk Segala Aspek Hidup
Mulai dari rumah tangga, pertemanan, pekerjaan, sampai medsos—semua bisa disesuaikan.
Kekurangan Buku
1. Bukan Konsep Baru 100%
Kalau kalian udah familiar dengan Stoikisme atau psikologi locus of control, konsep ini terasa familiar banget. Malah terkesan "repackaging".
2. Agak Bertele-tele di Bagian Tengah
Bab 8-12 terasa agak lambat. Cerita personalnya berulang-ulang. Kalau kalian tipe pembaca yang langsung pengen ke inti, bagian ini bisa bikin sedikit bosan.
3. Agak Terlalu Optimis
Let Them kedengeran simpel, tapi di dunia nyata—misal menghadapi pasangan yang kasar atau atasan yang manipulatif—kita kadang butuh lebih dari sekadar "biarin". Buku ini kurang membahas situasi ekstrem yang butuh intervensi serius.
Siapa yang Wajib Baca Buku Ini?
· Kalian yang sering overthinking karena sikap atau ucapan orang lain.
· Kalian yang kelelahan secara emosional karena selalu jadi "polisi kehidupan" untuk pasangan, anak, atau teman.
· Kalian yang stres sama media sosial dan gampang FOMO.
· Kalian yang suka buku self-help dengan cerita dan contoh konkret, bukan teori kering.
Contoh Praktik Let Them dalam Kehidupan Sehari-hari.
Situasi biasanya aku nih dan versi sekarang pakai Let Them.
• Pasangan ninggalin handuk basah di kasur marah, ngomel, kesel Let them. Aku ambil & gantung tanpa komentar.
• Teman nggak balas chat Curhat ke orang lain, insecure Let them. Mungkin dia sibuk. Aku lanjut aktivitas.
• Komen negatif di medsos Balas debat, sakit hati Let them. Bisa hapus, blokir, atau biarin aja udah.
Apakah Buku Ini Worth It?
Ya, terutama kalau kalian sedang merasa lelah secara emosional. Kadang kita memang butuh diingatkan: "Hei, kamu nggak perlu ngatur semua orang. Biarin aja. Fokus ke dirimu."
Buku ini harus dibaca pelan-pelan, satu bab per hari, sambil ngopi atau sebelum tidur. Jangan berharap jadi orang yang berubah total dalam semalam. Tapi kalau satu konsep ini benar-benar kalian praktikkan, hidup kalian bakal terasa jauh lebih ringan.
Rating dari aku 4,5/5 ⭐
Sekian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar